PENUHI KEBUTUHAN MASYARAKAT, UM MAGELANG BUKA PRODI S1 PSIKOLOGI

Sebagai perguruan tinggi swasta yang semakin diminati, UM Magelang terus melakukan perbaikan dan peningkatan baik di bidang akademik maupun non akademik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat melalui pengembangan program studi baru.

Setelah beberapa waktu sebelumnya membuka Program Pasca Sarjana (S2) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) yang kini mulai banyak diminati, UM Magelang kembali mendapat kepercayaan untuk membuka Program Studi Sarjana (S1) Program Psikologi melalui Surat Keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. SK tersebut diserahkan oleh Koordinator Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah Prof DYP Sugiharto kepada Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Magelang Drs. Muljono MM disaksikan Rektor UM Magelang, Kamis (13/10) di Kantor Kopertis VI Semarang.

Rektor UM Magelang, Ir Eko Muh Widodo MT menyatakan, Dalam SK bernomor 362/KPT/I/2016 disebutkan, izin pembukaan Program Studi Psikologi Program Sarjana pada Universitas Muhammadiyah Magelang yang diselenggarakan oleh Persyarikatan Muhammadiyah di Yogyakarta dinyatakan memenuhi persayaratan minimum akreditasi.

“Dengan terbitnya SK Menristek Dikti tersebut maka UM Magelang wajib mengajukan akreditasi ulang terhadap Prodi S1 Psikologi, memenuhi standar nasional pendidikan tinggi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, serta melaporkan hasil penyelenggaraan prodi paling lambat satu bulan setelah akhir setiap semester kepada Menristek Dikti. Selain itu Rektor juga bertanggungjawab untuk menyelenggarakan prodi tersebut,” jelas Rektor.

Rektor menambahkan, tahun ini UM Magelang telah mendapatkan tiga SK pendirian prodi yakni S1 Farmasi, S2 MPI, dan S1 Psikologi. Dengan demikian, UM Magelang kini memiliki 20 prodi yang terdiri dari 1 program Pasca Sarjana (S2), 14 prodi Sarjana (S1), 4 prodi Ahli Madya (D3), dan 1 prodi Profesi yakni Profesi Ners. “Dari 20 prodi, 16 diantaranya telah terakreditasi B,” imbuhnya.

Rektor menegaskan, berikutnya UM Magelang masih menunggu SK empat prodi lagi yang telah diajukan sebelumnya. Keempatnya adalah D4 Manajemen Informasi Kesehatan (MIK), S1 Ilmu Komunikasi, S1 Bahasa Inggris, dan S1 Pendidikan Profesi Konselor (PPK). “Kami berharap dalam jangka waktu dekat SK tersebut terbit, sehingga kami dapat segera membuka program studi yang masih relevan dan dibutuhkan masyarakat ,” harap Rektor.

EKO MUH WIDODO KETUA KOMISARIAT IV APTISI VI

Musyawarah Komisariat (Muskom) IV Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah VI Jawa Tengah menetapkan Ir. Eko Muh Widodo MT, Rektor UM Magelang sebagai Ketua Komisariat IV Aptisi Wilayah VI Jawa Tengah Periode Tahun 2016 – 2020. Pada periode sebelumnya Eko menjabat sebagai sekretaris Komisariat IV Aptisi VI Jawa Tengah.

Acara muskom yang diadakan di Ruang Sidang Lantai 2 Gedung Rektorat UM Magelang itu dihadiri oleh Ketua Aptisi VI Jawa Tengah Prof. Dr HS Brodjo Sudjono SH MS dan sekretaris Aptisi VI Prof. Dr. Y. Sutomo. Sebanyak 12 wakil PTS di wilayah Kedu hadir dalam acara tersebut.

Dalam arahannya Prof. Brodjo antara lain menyampaikan bahwa menjadi pimpinan di PTS merupakan tugas mulia dan dapat membErikan banyak manfaat bagi masyarakat. “Saat ini Aptisi mempunyai tugas utama untuk meniadakan stigma bahwa PTS adalah pendidikan tinggi kelas dua serta memperjuangkan agar regulasi yang diterapkan pemerintah terhadapa PTS harus ada equal justice dengan PTN,” ungkapnya.

Selain itu, Brodjo yang menjabat sebagai ketua Aptisi VI selama tiga periode itu mengatakan bahwa Aptisi Wilayah VI Jawa Tengah saat ini merupakan Aptisi terbaik se-Indonesia. “Berkaitan dengan itu, tanggal 6 Februari mendatang kita akan menerima kunjungan dari Aptisi IX Makassar yang akan melakukan studi banding. Kita patut berbangga dengan prestasi ini,” ujar Brodjo yang disambut tepuk tangan dari para peserta muskom.

IMG_5697Adapun Sekretaris Aptisi VI, Prof.Dr. Y. Sutomo yang memimpin jalannya musyawarah mengatakan, ada tiga agenda yang dilakukan Aptisi VI saat ini, yakni pendampingan terhadapat tiga PTS di Aptisi VI yang terakreditasi A, pengaturan tentang Jabatan Akademik dan Fungsional (Jafa) dosen, serta Pangkalan Data Dikti. Ia menghimbau kepada PTS khususnya di wilayah komisariat IV untuk gencar melakukan kerjasama dengan luar negeri karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap akreditasi institusi.

Usai ditetapkan sebagai Ketua Komisariat IV Aptisi VI Eko Muh Widodo langsung berencana akan menggelar pertemuan setiap tiga bulan sekali untuk mengkomunikasikan berbagai permasalahan maupun isu yang perlu dibahas. “Tiga bulan sekali kita akan melakukan koordinasi dengan tempat yang digilir di wilayah Purworejo dan sekitarnya, Wonosobo dan sekitarnya, serta Magelang dan sekitarnya,” kata Eko.

Ketua Aptisi berharap di bawah komando Rektor UM Magelang Komisariat IV dapat melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat mendorong kemajuan bersama PTS yang berada di wilayah Kedu.(YUDIA-HUMAS)

KULIAH UMUM FKIP UM MAGELANG

Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang semakin dekat, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Magelang menggelar kuliah umum dengan tema “Peluang dan Tantangan Guru Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015” pada Rabu 9/9 2015.

Acara yang diadakan di Auditorium Kampus I UM Magelang tersebut diikuti kurang lebih 500 peserta dari mahasiswa program studi Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru PAUD, & Pendidikan Guru SD FKIP UM Magelang.

IMG_2513

Acra dibuka oleh Rektor UM Magelang Ir. Eko Muh Widodo, MT. Rektor yang mengatakan, menghadapi MEA 2015, para guru ataupun calon guru harus meningkatkan kompetensi yang dimilikinya sehingga bisa bersaing dengan negara-negara lain. “Nantinya tidak ada lagi aturan yang membatasi para guru di Indonesia untuk bisa mengajar di Malaysia, Filiphina, Vietnam dan sebagainya,” ungkap Rektor.

Pada acara kuliah umum tersebut, hadir sebagai pemateri yakni Prof. Dr. H. Ravik Karsidi, MS selaku Rektor Universitas Negeri Solo (UNS). Ravik Karsidi dalam materinya mengupas tuntas tentang peluang dan tantangan guru menghadapi MEA 2015. Ravik mengatakan, kemungkinan dampak negatif era keterbukaan MEA diantaranya akan terjadi hegemoni ideologi, terancamnya kedaulatan negara-negara, biaya pendidikan bisa mungkin mahal serta berubahnya tatanan sosial berubah.

Disamping dampak negatif, lanjut Ravik, MEA juga membawa dampak positifnya. “Menghadapi MEA 2015 adalah liberalisasi pendidikan yang bisa dianggap undangan sebagai peluanga yang bisa diambil agar suatu negara dapat naik kelas menuju suatu kemandirian bangsa, setara dan sejajar dengan negara yang lebih maju,” ungkap Ravik.

Ravik menambahkan, semakin siap negara membekali SDM-nya dengan mental dan keterampilan akan semakin siap untuk bersaing dengan negara lain menghadapi era keterbukaan MEA 2015.(RIFA’I-HUMAS)

WISUDA SARJANA DAN AHLI MADYA KE-65 UM MAGELANG

Sebanyak 356 mahasiswa UM Magelang mengikuti Wisuda Sarjana dan Ahli Madya ke-66 Periode 2 Tahun Akademik 2016 – 2017 hari Sabtu, 18/3 di Gedung AH Nasution Akmil Magelang. Dr. Purwati, Wakil Rektor Bidang Akademik UM Magelang menyampaikan, 356 wisudawan tersebut terdiri dari 351 wisudawan S1 dan 5 wisudawan D3. Dari 356 wisudawan, 99 diantaranya lulus dengan predikat Cum Laude. Selain itu terdapat 13 orang yang merupakan wisudawan terbaik program studi yakni :

IMG_6115

1)            Prodi Manajemen S1                         :   Ahmad Gunawan (IPK 3,90)

2)            Akuntansi S1                                       :   Wanti Aprilia (IPK 3,82)

3)            Prodi Ilmu Hukum S1                                     :   Ghassan Nikko Hasbi (IPK 3,81)

4)            Prodi Bimbingan Konseling (BK) S1 : Intikani (IPK 3,78)

5)            Prodi PG PAUD S1                          :    Khoirul Maslakhah (IPK 3,89)

6)            Prodi PGSD S1                                   :   Janatul Anisah ( IPK 3,96)

7)            Prodi Pendidkan Agama Islam (PAI) S1        :  Siti Amalia Ulfah (IPK 3,73)

8)            Prodi Hukum Ekonomi Syariah S1                :   Alvin Syah Kurniawan (IPK 3,83)

9)            PGMI S1                                                         :   Diny Ma’rifah (IPK 3,65)

10)         Prodi Teknik Industri S1                                  :   Wahyu Setiawan Nugroho (IPK 3,06)

11)         Prodi Teknik Informatika S1                           :   Tri Sekar Pawening (IPK 3,56)

12)         Prodi Teknik Informatika D3                           :    Kharisma Fakhlevi (IPK 3,17)

13)         Prodi Keperawatan S1                                    :   Sherlinita Aditya (IPK 3,16)

Purwati menambahkan, lulusan terbaik dicapai oleh Janatul Anisah (Prodi PGSD S1) dengan IPK 3,96 dengan skripsinya  berjudul “Penerapan Metode Cooperative Integrated Reading and Compisition untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA”. Didampingi kedua orangtuanya,   ia menerima penghargaan dari Universitas yang diserahkan langsung oleh Rektor UM Magelang.

Rektor Ir. Eko Muh Widodo, MT dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada para wisudawan. Rektor berpesan, memasuki lingkungan global yang kompetitif, para wisudawan dituntut untuk dapat berkompetisi termasuk memasuki era globalisasi dunia usaha. Rektor juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para orangtua wisudawan yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menuntut ilmu di UM Magelang. Rektor juga berharap agar para alumni tetap menjadi keluarga besar UM Magelang dan siap membantu untuk memajukan UM Magelang.